Penyalahgunaan Jalan Layang
Bahana Bungkam - Jalan
layang sejatinya digunakan untuk pengguna kendaraan bermotor melintas dan
mengurangi kemacetan. Lain hal yang terjadi di jalan layang Pasar Rebo, Jakarta
Timur, DKI Jakarta.
Nasib
jalan layang Pasar Rebo tidak aman lagi digunakan oleh pengguna kendaraan
bermotor. Pasalnya, jalan layang ini setiap sore sekitar pukul 15.00 sampai
pukul 24.00 WIB dipadati oleh pedagang dan pengendara motor yang berhenti.
Beberapa
pedagang menggelar lapaknya, mereka menjual rokok, minuman dan buah – buahan di
sepanjang jalan layang. Tidak adanya tindakan dari aparat membuat mereka dengan
leluasa berjualan di sini.
Salah
satu pedagang rokok yang berjualan di sana bercerita bahwa ia rata – rata
mendapatkan keuntungan sebesar Rp200.000,00 dalam sehari. “Saya jualan rokok di
sini dapat untung banyak. Sehari bisa untung Rp200.000,00,” ujar Hermanto.
Para
pengendara juga ikut berhenti di jalan layang untuk membeli dagangan atau
menikmati waktu senja. Di jalan layang terdapat rambu lalu lintas yang
menunjukan dilarang berhenti tetapi mereka tidak mempedulikannya.
Adapun
pengendara motor yang memarkirkan kendaraan di bahu jalan layang ini lalu
ditinggalkan begitu saja. Mereka tidak mempedulikan segala risiko yang terjadi
jika bersantai di bahu jalan layang ini.
“Dari
segi rawan keselamatan lalu lintas ini berbahaya, tetapi memang sudah nyaman
bersantai di sini,” ujar Rifaldy salah satu pengendara motor. Sesungguhnya ia
merasa takut jika suatu saat terjadi kecelakaan yang menimpanya.
Berbeda
dengan tanggapan warga sekitar atas kehadiran para pedagang di jalan layang.
Warga menolak adanya para pedagang yang menggelar lapak karena alasan keamanan
dan keselamatan pengguna kendaraan bermotor lainnya.
Para
pedagang juga mengganggu arus lalu lintas di jalan layang saat sore hari karena
menimbulkan kemacetan bagi pengguna kendaraan bermotor yang akan ke arah Bogor.
Para pedagang dan pengendara motor yang berhenti berpura-pura tidak peduli akan
hal tersebut.
Menurut
Anhar salah satu warga sekitar jalan layang setiap sore macet karena adanya
pedangang yang berjualan. “Setiap sore jalanan ini yang tadinya lebar jadi
sempit karena ada yang berhenti dan berjualan di bahu jalan,” ujar Anhar.
Meski
berdagang di jalan layang dapat menguntungkan bagi pedagang hingga pengguna
jalan yang sekadar menikmati senja, tetapi tetap membahayakan dirinya dan
pengguna kendaraan bermotor lainnya. Tidak adanya tindakan tegas dari aparat
dapat menimbukan berbagai risiko seperti terganggunya arus lalu lintas dan
keamanan bagi pengguna kendaraan bermotor. (MLP)


Tidak ada komentar