Bahana Bungkam

Sebuah suara sejatinya tersampaikan ke khalayak luas, namun ia lenyap di tengah jalan

Terkini

Penyalahgunaan Jalan Layang

Pengendara motor dan pedagang berhenti di pinggir jalan layang Pasar Rebo, Jakarta (29/9/2019). Sudah beberapa tahun ini para pedagang tetap berjulan di tempat tersebut eskipun sering ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur.
Foto : M. Lukman Pabriyanto 


Bahana Bungkam - Jalan layang sejatinya digunakan untuk pengguna kendaraan bermotor melintas dan mengurangi kemacetan. Lain hal yang terjadi di jalan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Nasib jalan layang Pasar Rebo tidak aman lagi digunakan oleh pengguna kendaraan bermotor. Pasalnya, jalan layang ini setiap sore sekitar pukul 15.00 sampai pukul 24.00 WIB dipadati oleh pedagang dan pengendara motor yang berhenti.

Beberapa pedagang menggelar lapaknya, mereka menjual rokok, minuman dan buah – buahan di sepanjang jalan layang. Tidak adanya tindakan dari aparat membuat mereka dengan leluasa berjualan di sini.

Salah satu pedagang rokok yang berjualan di sana bercerita bahwa ia rata – rata mendapatkan keuntungan sebesar Rp200.000,00 dalam sehari. “Saya jualan rokok di sini dapat untung banyak. Sehari bisa untung Rp200.000,00,” ujar Hermanto.

Para pengendara juga ikut berhenti di jalan layang untuk membeli dagangan atau menikmati waktu senja. Di jalan layang terdapat rambu lalu lintas yang menunjukan dilarang berhenti tetapi mereka tidak mempedulikannya.

Adapun pengendara motor yang memarkirkan kendaraan di bahu jalan layang ini lalu ditinggalkan begitu saja. Mereka tidak mempedulikan segala risiko yang terjadi jika bersantai di bahu jalan layang ini.

“Dari segi rawan keselamatan lalu lintas ini berbahaya, tetapi memang sudah nyaman bersantai di sini,” ujar Rifaldy salah satu pengendara motor. Sesungguhnya ia merasa takut jika suatu saat terjadi kecelakaan yang menimpanya.

Berbeda dengan tanggapan warga sekitar atas kehadiran para pedagang di jalan layang. Warga menolak adanya para pedagang yang menggelar lapak karena alasan keamanan dan keselamatan pengguna kendaraan bermotor lainnya.

Para pedagang juga mengganggu arus lalu lintas di jalan layang saat sore hari karena menimbulkan kemacetan bagi pengguna kendaraan bermotor yang akan ke arah Bogor. Para pedagang dan pengendara motor yang berhenti berpura-pura tidak peduli akan hal tersebut.

Menurut Anhar salah satu warga sekitar jalan layang setiap sore macet karena adanya pedangang yang berjualan. “Setiap sore jalanan ini yang tadinya lebar jadi sempit karena ada yang berhenti dan berjualan di bahu jalan,” ujar Anhar.

Meski berdagang di jalan layang dapat menguntungkan bagi pedagang hingga pengguna jalan yang sekadar menikmati senja, tetapi tetap membahayakan dirinya dan pengguna kendaraan bermotor lainnya. Tidak adanya tindakan tegas dari aparat dapat menimbukan berbagai risiko seperti terganggunya arus lalu lintas dan keamanan bagi pengguna kendaraan bermotor. (MLP)

Tidak ada komentar