Jamu Minuman Khas Indonesia
Bahana Bungkam - Masyarakat Indonesia sudah tak asing lagi dengan
minuman yang bernama
jamu. Jamu adalah minuman berkhasiat yang sudah ada sejak zaman dahulu. Minuman
yang
terkenal dengan rasa pahitnya ini dapat digunakan
sebagai pengobatan, menjaga kesehatan, dan mencegah penyakit.
Jamu sendiri berasal dari olahan dedaunan, rempah, dan
akar pohon yang tersebar di seluruh nusantara. Di Jakarta, jamu mulai susah ditemukan. Sepulang kuliah, kusempatkan diri
untuk pergi ke salah satu pasar di dekat rumah untuk mencari penjual jamu. Dan
benar saja, di Pasar Jaya Cijantung, Jakarta Timur aku menjumpai
penjual jamu. Penjual jamu di pasar sangat beragam, ada yang digendong dan
ada yang menaiki sepeda.
Aku menemui Sri, salah
seorang penjual jamu sepeda. Sri mulai berjualan jamu di Pasar Jaya Cijantung pada
tahun 2013, “saya
berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Kesini karena mengikuti suami merantau untuk mencari nafkah.”
Jelasnya. Sedangkan
suaminya berjualan bakso tak jauh dari daerah Pasar
Jaya Cijantung.
Sri setiap subuh ditemani oleh suaminya membeli bahan
membuat jamu di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Sri membeli berbagai
bahan baku jamu seperti jahe, buah asam, kunir, laos, adas, dan lain
sebagainya. Sesampainya
di rumah, ia segera
meracik berbagai bahan yang telah dibeli. Ia dapat membuat jamu beras kencur, jamu kunyit asam, jamu
sinom dan jamu tradisional lainnya. Lalu jamu
tersebut dimasukkan kedalam botol kaca khas penjual jamu.
Sri biasanya menjual jamu pada pagi hari jam 7 dan sore hari jam 3.
Ia berjualan pada pagi karena masyarakat pasar khususnya pedagang membutuhkan
stamina lebih untuk
berjualan. Kemudian
saat sore para pedagang meminum jamu untuk menghilangkan
rasa lelah setelah berjualan.
Masyarakat di daerah pasar memang sudah biasa
mengkonsumsi jamu tradisional. Mereka memilih jamu tradisional karena harganya yang
dianggap terjangkau dan tidak
menggunakan bahan kimia di dalamnya. (MLP)


Tidak ada komentar