Masa Muda di Kota Rantau
![]() |
Asep penjual serbet menjajakan dagangannya di Pasar Jaya Cijantung, Jakarta timur (1/10/2019). Menjual serbet dilakukannya untuk bertahan hidup di kota rantau.
Foto : M. Lukman Pabriyanto
|
Bahana Bungkam - Saat mengunjungi Pasar Jaya Cijantung, Jakarta Timur yang lumayan jauh dari rumah, aku melihat sebuah pemandangan bahwa anak remaja berjualan. Remaja ini berpakaian sedikit kotor dengan menggunakan celana jeans agak kebesaran serta sendal jepit yang sudah using. Ia menjual barang dasar kain seperti serbet dan keset.
Serbet adalah sepotong kain seperti sapu tangan
untuk membersihkan tangan atau mulut sesudah makan. Sedangkan keset adalah
sepotong kain yang digunakan untuk menyeka telapak kaki. Serbet dan keset
adalah sebuah peralatan yang sangat berguna bagi penghuni rumah.
Zaman sekarang memang mudah menemukan para perantau
muda mulai bekerja. Salah satu contoh adalah Asep, remaja kelahiran Bandung
tahun 2002 ini memilih Jakarta sebagai tempat dia mengadu nasib. Asep mengikuti
kakak tertuanya berjualan di daerah Pasar Jaya Cijantung, Jakarta Timur pada
2015.
Aa adalah anak kelima dari lima bersaudara di
keluarganya. Ia sudah putus sekolah saat SD karena tidak mampu membayar biaya
sekolah. Ia lebih memilih tidak melanjutkan sekolah dan bekerja demi membantu
keuangan keluarganya.
Ia mendapatkan barang dagangannya dari seorang agen
dan menjualnya kembali dengan harga yang ditentukannya sendiri. Setiap keuntungan
akan masuk ke kantongnya. Setiap pengunjung Pasar Jaya Cijantung, Jakarta Timur
yang keluar dari gedung pasar selalu ia tawarkan barang dagangannya.
Asep berjualan pada pagi jam 7 hingga sore jam 6
bersama temannya yang juga berjualan sepertinya. Ia berlomba dengan temannya
dalam menjual barang dagangannya. Mulut mereka saling sahut guna menarik
perhatian pengunjung pasar. (MLP)


Tidak ada komentar