Bahana Bungkam

Sebuah suara sejatinya tersampaikan ke khalayak luas, namun ia lenyap di tengah jalan

Terkini

Lawang Sewu yang Kokoh

Pesepeda melewati depan kawasan Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah (2/6/2018). Saat hari libur kawasan Lawang sewu dijadikan area car free day membuat warga Semarang berbondong - bondong menghabiskan waktu liburnya berolahraga.

Pemandangan dari samping bangunan Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah (2/6/2018). Direksi NIS (Nederlandsch – Indische Spoorweg) menyerahkan perencanaan gedung ini kepada Prof Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag, arsitek dari Amsterdam Belanda.

Jajaran pintu menjadi ikon bangunan ini disebut Lawang Sewu oleh warga Semarang , Jawa Tengah (2/6/2018). Lawang Sewu mulai dibangun oleh Belanda pada 27 Februari 1904 dan rampung pada tahun 1907.

Kaca patri yang terdapat di dalam bangunan Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah (2/6/2018). Kaca patri di Lawang Sewu dibuat oleh seniman bernama Johannes Louresa Schouten, yang terdiri dari empat bagian.

Lorong panjang yang membuat bangunan Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah terlihat luas (2/6/2018).

Pohon yang sudah berumur ratusan tahun berada di tengah Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah (2/6/2018). 

Bagian belakang bangunan utama Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah (2/6/2018). Lawang Sewu dibangun sebagai Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatscappij (NIS), yaitu perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia Belanda. 

Sebuah kereta api uap menghiasi area Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah (2/6/2018). Kereta api uap ini menjadi penanda bahwa bangunan Lawang Sewu menjadi kantor pusat perkeretaapian Semarang pada saat ini.

1 komentar: